8.10.2006

"Mawar itu, Tak berduri"

Kuda menatap kusir dengan senyum
Begitu aku mengagumimu

Kumbang merangkul bunga
Duri layu gugur karena keramahannya
Begitu mawar menyikapinya

Kini bunga itu indah
Dibawa sang kusir untuk istrinya

"Dinda... ini mawar merah untukmu"
+ "Terimakasih kanda, indah"
"Itu karena kumbang yang ramah, lalu melayukan durinya"
+ "Dimana kanda memetiknya"
"Dibukit taman partere, aku kagum dengan mawar tak berduri itu"
+ "Oh..ya?"
"Iya, aku kagum! Seperti kuda mengagumiku, seperti aku mengagumimu"

Lalu mawar jadi indah
Pendamai dua pasang mata, dua ikat hati

"Istriku... Aku sematkan bunga itu untukmu, rawatlah"
+ "Salah kah bila aku terdiam kanda?"
"Tidak, karena ku tau, diammu adalah sayangmu, adalah tangan yang rawat mawarmu"
+ "Kanda.. Ambillah bunga ini sewaktu-waktu kanda mau, aku akan menunggumu pulang esok hari, atau minggu depan, atau bulan depan atau tahun-tahun depan"

1 comment:

  1. Anonymous10:26 AM

    hehehehe ... ade' dah tau sEbelumnya lOoo ....

    ReplyDelete