Matahari menulis harap semenjak pertemuan kita
Bahasa rumput menjelma pelik cuaca menelikung pada rongga dada
Aku hanya ingin mengurai wajahmu
yang selalu cemas ketika jiwa kita berpapasan di taman partere
tak jua kita berkata
Tak jua
5.14.2005
++Tanpa ijin++
Aku smakin dekati jiwamu
yang sungguh jelas kuterawang indah rona lakumu
lalu aku terbangun dari tak sadar
bahwa ragamu seperti bertahta indahnya
di sasana tinggi jauh sana
tak teraih dan menggilakan rinduku
Tanpa ijin seorangpun dan tanpa bisikimu
aku akan nikahi jiwamu
yang terlalu-terlalu dekat di kerongkongan hatiku
yang teramat haus apapun itu darimu
Tanpa ijin seorangpun dan tanpa bisikimu
aku akan melamar segenap jiwamu utuh!
jakarta, 20 juli 2003
yang sungguh jelas kuterawang indah rona lakumu
lalu aku terbangun dari tak sadar
bahwa ragamu seperti bertahta indahnya
di sasana tinggi jauh sana
tak teraih dan menggilakan rinduku
Tanpa ijin seorangpun dan tanpa bisikimu
aku akan nikahi jiwamu
yang terlalu-terlalu dekat di kerongkongan hatiku
yang teramat haus apapun itu darimu
Tanpa ijin seorangpun dan tanpa bisikimu
aku akan melamar segenap jiwamu utuh!
jakarta, 20 juli 2003
++Kalut Melumut++
(untuk yang di jauh sana)
Aku kalut
Rambut-rambut kenyang..
Menelan resah yang meledak di kepalaku..
Apa susahnya membuang
Guratan senyum yang kau sayatkan
Apa susahnya membunuh
Sebatas bayang yang kau sekapkan
apa susahnya.... aku tak bisa
Bayangmu selalu melamar kalutku
Kalut yang tak habis-habis
Meski terkikis rongga-rongga jiwa yang menangis
Biar kalutku ditelan
Rambut-rambut kusut yang mulai melumut
15april02,jkt
Aku kalut
Rambut-rambut kenyang..
Menelan resah yang meledak di kepalaku..
Apa susahnya membuang
Guratan senyum yang kau sayatkan
Apa susahnya membunuh
Sebatas bayang yang kau sekapkan
apa susahnya.... aku tak bisa
Bayangmu selalu melamar kalutku
Kalut yang tak habis-habis
Meski terkikis rongga-rongga jiwa yang menangis
Biar kalutku ditelan
Rambut-rambut kusut yang mulai melumut
15april02,jkt
++Air++
Jiwaku yang air
Mengalir sepi ketepian pantai
Cinta dan kebencian kuhanyutkan disana
Hatiku yang air
Meresapi pori-porimu yang wangi
Cinta dan kebencian kularutkan disana
Mataku yang air
Mengacakan rautmu yang sayu
Cinta dan kebencian kubutakan disana
Berkaca bagai riak yang tak jelas
Malamku sepertinya bising dengan perciknya
Telingaku tuli teriakan panggilnya
Yang gila menunggu
Sampai gurat-gurat batu mecibir melulu
Air ini ada dihatiku
Air ini untukmu
Basahi sukmamu..
Basahi jantung dan darahmu...
Mengalir sepi ketepian pantai
Cinta dan kebencian kuhanyutkan disana
Hatiku yang air
Meresapi pori-porimu yang wangi
Cinta dan kebencian kularutkan disana
Mataku yang air
Mengacakan rautmu yang sayu
Cinta dan kebencian kubutakan disana
Berkaca bagai riak yang tak jelas
Malamku sepertinya bising dengan perciknya
Telingaku tuli teriakan panggilnya
Yang gila menunggu
Sampai gurat-gurat batu mecibir melulu
Air ini ada dihatiku
Air ini untukmu
Basahi sukmamu..
Basahi jantung dan darahmu...
Subscribe to:
Posts (Atom)