++ Pikirku ++
Pecah pena sudah
Menulis kerut-kerut ini
seakan melukis seraut yang kuimpi tadi
Gusti..
Apakah kencana itu pantas aku angan
Ataukah lari yang harus kulakukan
Kugantung dan kubakar
Aku adalah cermin
Yang membantumu bersolek kemarin
adalah bebulu
yang setubuhi raut indahmu
Gusti..
Apakah perawan itu pantas aku pancung
Ataukah sanjung yang harus kujunjung
Kutimang dan kusayang
Tak pantas pasang pasak harap
Karna aku hanyalah cecurut kecut
Tak adab bila kau renggut
//kau kuliti dan kau makan ranumnya//
Gusti..
Bagaimana ini bisa kabuti mata
Mata hati yang malu pada kencana
Yang perawan pada siangnya
No comments:
Post a Comment