6.24.2005

++Harusnya Tau++

Nyalang telinga kananku
Pada waktu yang padu
Laju pula bulir-bulir nafasmu penuhi jantungku

Malam tadi
Nyaris nujumku itu nihil
Rasa tentangmu itu nisbi
Tapi pasti untuk yang mengerti

Untuk itu

Harusnya kau tau
Ini bukanlah sumur berair
Yang sontak direnangi bocah-bocah kemarin
Ini ngilu yang sungguh-sungguh ngilu

Untuk itu

Harusnya kau tau
Ngilu ini lebih sewindu munajat
Agar tak kau sesat sesaat
Rupa-rupa pemikat

Malam tadi
Bukan mukadimah yang tak seharusnya ada

Untuk itu

Harusnya kau mau
Mencari aku untuk muhibah hidupmu
Mengingat pula guna meriah tidurmu
Nafasi juga biar nyalang dadaku

Harusnya kau tau itu
Harusnya kau tau...

No comments:

Post a Comment