++Harusnya Tau++
Nyalang telinga kananku
Pada waktu yang padu
Laju pula bulir-bulir nafasmu penuhi jantungku
Malam tadi
Nyaris nujumku itu nihil
Rasa tentangmu itu nisbi
Tapi pasti untuk yang mengerti
Untuk itu
Harusnya kau tau
Ini bukanlah sumur berair
Yang sontak direnangi bocah-bocah kemarin
Ini ngilu yang sungguh-sungguh ngilu
Untuk itu
Harusnya kau tau
Ngilu ini lebih sewindu munajat
Agar tak kau sesat sesaat
Rupa-rupa pemikat
Malam tadi
Bukan mukadimah yang tak seharusnya ada
Untuk itu
Harusnya kau mau
Mencari aku untuk muhibah hidupmu
Mengingat pula guna meriah tidurmu
Nafasi juga biar nyalang dadaku
Harusnya kau tau itu
Harusnya kau tau...
No comments:
Post a Comment